Menerbitkan artikel di jurnal ilmiah sering terasa seperti misteri bagi peneliti pemula. Naskah dikirim, lalu… hening berbulan-bulan. Sebenarnya ada tahapan yang cukup jelas di balik layar. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap tahap, mulai dari ide penelitian hingga artikel resmi terbit dan bisa diakses publik.
1. Penulisan Naskah (Manuscript Preparation)
Semua bermula dari sini. Peneliti menuliskan hasil kerjanya dalam format standar ilmiah: judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka (format IMRaD). Pada tahap ini, penulis juga harus:
- Memilih jurnal tujuan yang sesuai dengan topik dan tingkat (scope) penelitian.
- Menyesuaikan naskah dengan author guidelines atau template jurnal tersebut.
- Melakukan pengecekan plagiarisme dan tata bahasa sebelum submit.
2. Submission (Pengiriman Naskah)
Naskah dikirim melalui sistem online jurnal, seperti Open Journal System (OJS), Editorial Manager, atau ScholarOne. Penulis biasanya diminta melengkapi:
- Cover letter yang menjelaskan kontribusi dan orisinalitas naskah.
- Data penulis dan afiliasi.
- Deklarasi konflik kepentingan dan etika penelitian.
3. Skrining Awal oleh Editor (Desk Review)
Sebelum masuk proses review, editor jurnal melakukan pemeriksaan awal untuk menilai:
- Kesesuaian topik dengan scope jurnal.
- Kelengkapan format dan struktur naskah.
- Hasil cek plagiarisme (biasanya menggunakan Turnitin atau iThenticate).
Jika tidak memenuhi syarat dasar, naskah bisa langsung ditolak (desk rejection) tanpa masuk ke tahap review.
4. Peer Review (Telaah Sejawat)
Ini adalah tahap paling krusial dan biasanya paling lama. Editor mengirimkan naskah ke 2–3 reviewer (pakar di bidang yang sama) secara anonim (double-blind atau single-blind). Reviewer akan menilai:
- Orisinalitas dan kebaruan (novelty) penelitian.
- Kekuatan metodologi.
- Validitas data dan analisis.
- Kejelasan penulisan dan argumentasi.
Hasil review umumnya berupa salah satu dari empat keputusan:
- Accept — diterima tanpa revisi (jarang terjadi).
- Minor Revision — perlu perbaikan kecil.
- Major Revision — perlu perbaikan substansial, kadang direview ulang.
- Reject — ditolak.
5. Revisi oleh Penulis
Penulis merespons setiap komentar reviewer satu per satu, biasanya dalam bentuk point-by-point response letter, disertai naskah yang sudah direvisi. Proses ini bisa berlangsung lebih dari satu putaran (round) tergantung kompleksitas masukan.
6. Keputusan Akhir Editor
Setelah revisi dinilai memuaskan, editor in-chief memberikan keputusan akhir untuk menerima naskah. Beberapa jurnal juga meminta persetujuan dari editor bidang (section editor) sebelum status berubah menjadi “accepted”.
7. Copyediting dan Proofreading
Naskah yang diterima masuk ke tahap penyuntingan bahasa dan format:
- Pengecekan tata bahasa, konsistensi istilah, dan gaya selingkung jurnal.
- Penyusunan ulang tabel, gambar, dan referensi sesuai format jurnal.
- Penulis biasanya diberi kesempatan mengecek proof (galley) sebelum publikasi final.
8. Assignment DOI dan Metadata
Artikel diberi nomor DOI (Digital Object Identifier) sebagai identitas permanen, serta dilengkapi metadata seperti kata kunci, abstrak, dan indeksasi untuk database seperti Scopus, Web of Science, Google Scholar, atau Sinta.
9. Publikasi Online (Online First / Ahead of Print)
Sebelum masuk ke edisi cetak atau volume tertentu, banyak jurnal menerbitkan artikel dalam bentuk “online first” agar bisa segera diakses dan disitasi meski belum resmi masuk ke nomor volume/issue tertentu.
10. Penerbitan Resmi dalam Volume/Issue
Artikel akhirnya masuk ke volume dan nomor terbitan tertentu, lengkap dengan halaman resmi. Pada titik ini, artikel dianggap terbit penuh (fully published) dan dapat disitasi secara formal.
11. Diseminasi dan Sitasi
Setelah terbit, artikel mulai disebarluaskan melalui indeksasi jurnal, media sosial akademik (ResearchGate, Academia.edu), dan mesin pencari ilmiah. Semakin baik kualitas dan relevansi artikel, semakin besar peluang disitasi oleh peneliti lain.
Kesimpulan
Proses penerbitan artikel jurnal bukanlah hal instan — dari penulisan hingga terbit resmi bisa memakan waktu beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung jurnal dan kompleksitas revisi. Memahami alur ini membantu peneliti, terutama pemula, untuk lebih sabar dan strategis dalam mempersiapkan naskah serta memilih jurnal yang tepat.
Punya pengalaman submit ke jurnal tertentu? Bagikan di kolom komentar agar pembaca lain bisa belajar dari prosesnya!